Postingan

360 KM

Ada rasa yang tak biasa. Memenuhi relung jiwa. Rasa yang selalu muncul ketika kesunyian malam menyapa. Aku tak tahu rasa itu selalu hadir di kegelapam malam. Dia bersembunyi ketika siang menemani. Kembali teringat tentang komunikasi menunggu pagi. Kita berbicara seperti orang tak tahu waktu. Seperti orang yang haus akan minum, Setelah seharian melakukan perjalanan. Seperti orang menemui makanan. Setelah beberapa hari tidak makan. Pada malam itu kita adalah makhluk yang paling bahagia. Cerita dan tawa menghiasi setiap komunikasi. Kita tidak memperdulikan makhluk-makhluk yang sedang menemui mimpi. Kita sibuk dengan obrolan kita. Obrolan dua orang insan berbagi tawa. Pekat malam perlahan memudar. Pertanda mentari bersiap untuk memenuhi tugasnya. Dan kita baru tersadar kalau kita telah menikmati malam berdua. Menghabiskan malam dengan tawa. Kau akhiri dengan ucapan "terima kasih untuk malam ini" Ku akhiri "terima kasih telah mempercayai." Dan kita kembali ke rutinitas k...
Sudah saatnya pura-pura tuli. Pura-pura buta agar tak terpancing amarah dan sumpah serapah yang telah lama aku pendam. karena aku tak mau hal-hal yang tak aku inginkan terjadi malam ini. Jadi biarkan aku menepi malam ini sendiri dalam kesunyian. A.S 09-10-24
Bunga itu semakin hari semakin tumbuh, Walaupun sering angin kencang datang menghampiri, Dia tetap berdiri dengan semangat yang hampir mati, Biarkan air Tuhan itu jatuh ke bumi, Luka yang sempat menggores hati sulit untuk ia jalani. Saban hari pipi itu basah dengan air mata yang tak tertahan. Sekuat tenaga mencoba kuat, sekuat tenaga menyakini diri bahwa bisa melewati ini. Namun sekuatnya tembok hati itu menahan, akhirnya jebol juga. Dia tak kuat menahan itu semua, dia bunga yang rapuh. Tak kuat menahan semuanya, tangis demi tangis saban hari menemani setiap malam. Sungai air mata itu mengalir deras di kedua pipinya. Rasa sesak di dada makin lama makin sesak mengikat tubuhnya. Diam seribu bahasa hanya air mata yang berbicara dalam kesunyian malam itu. Sulit untuk mengatakan sesuatu dalam keheningan malam itu. Tangisnya makin menjadi-jadi. Terseduh sedan dalam tangisnya dia mengatakan; “Aku mau menyusul Ayahku disana, biarkan aku bersama ayah disana, aku hanya ingin Bersama ayah”   ...
Sulit… Ya emang sulit. Itulah hidupku. Beberapa kali bangun untuk melanjutkan hidup. Beberapa kali juga terjatuh, Bahkan terhempas dan terkapar. Semuanya seakan rangkaian yang telah dialurkan pada hidupku. sengaja menenggak minuman beralkohol itu agar rasa sakit itu hilang. Ya benar hilang, tapi tak selamanya. setelah reaksi itu habis rasa itu muncul kembali, Bahkan lebih dari sebelumnya. Aku tak tahu sudah berapa banyak air mata ini terjatuh membasahi seluruh wajahku. Sudah berapa sering laba-laba kecil di sudut kamarku mendengar tangisanku. Kurasa kalo mereka telah bosan mendengar tangisanku.????? Terlintas di pikiranku untuk menghilangkan rasa perih ini, Dengan melukis indah di nadi. Menjadi pilihan bijak untuk akhiri semua ini. Lukisan abstrak di nadi memenuhi tanganku. Dengan warna merah mengucur memenuhi tangan indahku. Tetes demi tetes terjatuh kelantai kamar. Kunikmati goresan itu, dengan tangis, dan alcohol yang tak begitu manis. Kunikmati...
Gambar
  Semesta menciptakan aku dengan kekuasaannya Dan diciptakan kedua sayapku dengan kasih sayangnya. Agar aku bisa bebas terbang kemana aku inginkan. Agar aku bisa saling sapa dengan yang lain. Agar aku bisa bernyanyi dan menari diatas dahan pohon. Tapi kenapa itu semua tidak aku dapatkan. Aku sekarang hanya jadi pemuas kesenangan manusia. Terpenjara dalam sangkar. Apa yang semesta ciptakan untukku. Seakan hanya menjadi hiasan ditubuhku. Sebegitu egoiskah manusia mengorbankan sesuatu. Demi kesenangan mereka.????

Tidak Ada Daya dan Upaya Kami Selain Pertolongan Dari Engkau.

Kita adalah makhluk yang beragama, Kita tahu setiap permasalahan ada jalan keluarnya, Setiap masalah akan ada solusinya. Bahkan Allah Pun telah mengatakan di firman-Nya. “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” Bahkan Allah menyebutkan dua kali dalam firman-Nya. Kalau satu kali saja Allah mengatakan dalam firman-Nya kita tahu itu tidak akan berbohong. Allah sampai menyebutkannya dua kali. Lantas hal apa lagi yang perlu kita ragukan. Disaat Sang Pencipta yang telah menciptakan kita, Yang tau apa yang terbaik untuk kita. Lantas sering kali hati ini ragu akan kebesaran-Nya. Terkadang disaat masalah datang menghampiri kita. Allah juga berpesan dalam Firman-Nya. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” Allah tahu kalau kita sanggup. Kita tahu yang menguji siapa, yang menaikkan derajat kita siapa. Dan disaat semuanya terasa berat dan kita tahu. Pada siapa kit...

Kematian.

 Kematian tak ada yang tahu kapan mereka akan menghampiri, Detik demi detik, menit tiap menit dan jam demi jam akan selalu bersama dengan kematian. Kematian akan selalu mengikuti. Kematian itu seakan lebih dekat dari kedua urat leher. Masihkah bisa bersenda gurau, tawa demi tawa, sedangkan kematian tidak akan menunggu aba-aba. Kapan telah tiba waktunya tidak bisa di mundur sedetik pun. Siap tidak siap harus siap. Tidak bisa berkata bersama kematian “Amal ku belum cukup, aku belum puas nikmati jerih payahku, aku belum menyenangkan pasangan ku, aku belum bahagiakan kedua orang tuaku” Tak ada kata dispensasi bila sudah waktunya tinggal terima keputusan itu. Terbaring dalam kehampaan menyelam dalam kesunyian. Terpaku dengan keadaan. Entah apa yang aku pikirkan malam ini. Aku berpikir orang-orang sekitarku akan pergi selamanya. Atau aku yang meninggalkan mereka. Seakan itu adalah pertemuan terakhir. Pikiran itu selalu menghantui. Tiap hari bahkan tiap jam...