Postingan

Curahan Hati

Gambar
  Jangan kau tangisi semua ini. Biarlah semuanya berjalan dengan sendirinya. Sang Pencipta punya cara sendiri buat kamu bahagia. Jangan memikirkan apa yang mereka katakan padamu. Pada dasarnya Sang Pencipta menciptakan beberapa orang untuk tidak suka padamu.  Tujuannya agar kau selalu bersyukur dengan apa yg telah kau terima. Jadi Sebaik apapun kau berbuat baik sama semua orang di bumi ini belum tentu seluruh dunia akan baik sama kamu.  Lukisan terbaik yg pernah tercipta di atas muka bumi ini pun tetap ada pengkritiknya. Intinya tetaplah tersenyum dan jadilah diri sendiri. 

Jauh.

Tidurlah kau yang jauh disana. Biarlah raga lemah tak terjaga.  Menemui mimpi dalam singgasana. Tidurlah kau yang jauh disana. Walaupun raga tidak saling bersua.  Mata tak saling tatap.  Percakapan malam ini sangatlah melekat dalam pikiran dan jasad.  Tidurlah kau yang jauh disana. Aku tahu kau lelah. Istirahatkan tubuh dan hatimu. Dimalam sepi dan sendu.

Menyalahkan Orang Lain

Dari buku yang saya baca dalam beberapa minggu ini yang berjudul “ How To Stop Feeling Like Sh*t” dan di dalam buku tersebut ada pembahasan tentang “Menyalahkan orang lain”. Sebagian dari kita emang kerap melakukan hal itu, menyalahkan orang lain seperti memakai selimut hangat dan nyaman, kita bisa menyelimuti diri kita ketika keadaan menjadi sulit, beberapa orang beranggapan jika mereka menyalahkan orang lain mereka akan mencuat melesat lebih cepat. Itu adalah hal yang salah. Di dalam buku ini paparkan, bahwa menyalahkan orang lain menjadi pilihan yang paling aman dan paling  nyaman, tetapi itu tidak akan pernah membantu anda merasa bangga terhadap diri kita sendiri, juga tidak akan membantu kita mempertahankan kebahagiaan yang kita dapatkan sesaat. Tatkala kita menyalahkan orang lain, itu menghalangi kita untuk mendapatkan empati dan menjalin hubungan dengan mereka. Membuat tuduhan demi tuduhan atau menimpahkan kesalahan, sebenarnya menghalangi kita mengakui perasaan orang lain....

Rindu

Malam sunyi bersamaan dengan turunnya ribuan tetes hujan. Menggenangi jalan-jalan tak bertuan. Ribuan rintiknya kian berani, Melumuri rindu-rinduku yang selama ini makin liar, dan menguap dimangsa sepi. Nyanyian hujan malam ini begitu merdu, Iramanya mengiringi degub jantungku. Melantunkan irama terindah di alam semesta. Nada, tempo, bahkan alunannya mendamaikan, Tetapi juga memabukan. Hujan ini lama. dan enggan berhenti. Mungkin sampai pagi. Bersamaan itu pula rindu berhasil memporak-porandakan kalbu. Aku tanpa perisai harus bertekuk luntut dengan keperkasaannya. Menguasai relung hati dan akal budi yang tak berdaya.

Sahabat Lama (Kematian).

Mati.. mati.. dan.. mati. Satu kata yang selalu menghantui. Disetiap kesunyian malamku. Ketika keramaian telah menghilang. Kehampaan mulai menyerang memasung jiwa. Pikiran mulai terhanyut kepada sebuah kematian. Pemutus nikmat keduniawian yang fana penuh kepalsuan. Terbesit tentang dosa yang telah digawaikan dalam kehidupan. Tentang dosa yang masih menjadi sahabat. Mengikat erat di sekujur jasad. Penyesalan selalu datang disetiap rembulan bertemankan malam. Dan menghilang ketika matahari siang menghangatkan. Kematian akan selalu mengikuti kemana hayat akan pergi. Tak dapat dihindarkan dan tak dapat dielakkan. Suatu saat jiwa akan bertemu dengan sahabat lama. Yaitu kematian, dia akan menjemput dengan kepastian tanpa keraguan. (09 Desember 2021)

Suara Hati

Kenapa selarut ini aku masih terjaga? Ketika semua jiwa terlelap bersama mimpi indah. Aku terpaku menatap dinding bisu. Dan pikiran yang membelenggu. Detak jam kian keras bersahut-sahutan bersama kuatnya detak jantung. Teriakan hati mengusik ketenangan pikiranku. Memaksa untuk terus memikirkan apa yang akan terjadi di kemudian hari.  Kucoba membaca beberapa lembar buku agar dapat melupakan hal itu. Tetapi itu semua hanya sia-sia, tak cukup ampuh untuk membungkam teriakan itu. Dan kucoba ambil gitar yang sedikit berdebu, untuk kumainkan beberapa lagu yang aku tahu. Sama saja itu juga tak cukup ampuh. Teriakan itu masih terniang-niang dalam pikiranku. Menyerah... Mengalah.. dan terima. Biar dia bebas berteriak sampai ia lelah bersuara malam ini. 17 Nov 2021

Kahlil Gibran - Kesenangan dan Kesedihan

Gambar
  Kesenangan dan Kesedihan Kesenanganmu adalah kesedihan yang tersembunyi, dan dalam diri yang sama dari mana tawamu bangkit adalah diri yang seringkali kau penuhi dengan air mata. Bagaimana tidak.? Semakin dalam kesedihan menggali lubang dalam wujudmu, semakin banyak kesenangan yang akan kau tampung. Bukankah gelas yang menyimpan anggurmu adalah gelas yang dibakar bersama tembikar.? Dan tidakkah seruling yang melambungkan jiwamu adalah bambu yang dikerat dengan pisau.? Ketika engkau gembira, lihatlah di kedalaman hatimu, dan engkau akan melihat bahwa sebenarnya engkau sedang meratapi sesuatu yang pernah menjadi kebahagiaanmu. Di antaramu ada yang berkata, “Kesenangan lebih besar dari kesedihan,” dan yang lain berkata, “Bukan, kesedihanlah yang lebih besar.” Tapi kukatakan kepadamu, keduanya tak terpisahkan. Bersama mereka datang, dan ketika salah satu duduk bercengkerama bersamamu diberanda, maka yang lain sedang berbaring menunggumu ditempat tidur. Susungguhnyalah engkau bergerak...