Postingan

Gambar
  Semesta menciptakan aku dengan kekuasaannya Dan diciptakan kedua sayapku dengan kasih sayangnya. Agar aku bisa bebas terbang kemana aku inginkan. Agar aku bisa saling sapa dengan yang lain. Agar aku bisa bernyanyi dan menari diatas dahan pohon. Tapi kenapa itu semua tidak aku dapatkan. Aku sekarang hanya jadi pemuas kesenangan manusia. Terpenjara dalam sangkar. Apa yang semesta ciptakan untukku. Seakan hanya menjadi hiasan ditubuhku. Sebegitu egoiskah manusia mengorbankan sesuatu. Demi kesenangan mereka.????

Tidak Ada Daya dan Upaya Kami Selain Pertolongan Dari Engkau.

Kita adalah makhluk yang beragama, Kita tahu setiap permasalahan ada jalan keluarnya, Setiap masalah akan ada solusinya. Bahkan Allah Pun telah mengatakan di firman-Nya. “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” Bahkan Allah menyebutkan dua kali dalam firman-Nya. Kalau satu kali saja Allah mengatakan dalam firman-Nya kita tahu itu tidak akan berbohong. Allah sampai menyebutkannya dua kali. Lantas hal apa lagi yang perlu kita ragukan. Disaat Sang Pencipta yang telah menciptakan kita, Yang tau apa yang terbaik untuk kita. Lantas sering kali hati ini ragu akan kebesaran-Nya. Terkadang disaat masalah datang menghampiri kita. Allah juga berpesan dalam Firman-Nya. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” Allah tahu kalau kita sanggup. Kita tahu yang menguji siapa, yang menaikkan derajat kita siapa. Dan disaat semuanya terasa berat dan kita tahu. Pada siapa kit...

Kematian.

 Kematian tak ada yang tahu kapan mereka akan menghampiri, Detik demi detik, menit tiap menit dan jam demi jam akan selalu bersama dengan kematian. Kematian akan selalu mengikuti. Kematian itu seakan lebih dekat dari kedua urat leher. Masihkah bisa bersenda gurau, tawa demi tawa, sedangkan kematian tidak akan menunggu aba-aba. Kapan telah tiba waktunya tidak bisa di mundur sedetik pun. Siap tidak siap harus siap. Tidak bisa berkata bersama kematian “Amal ku belum cukup, aku belum puas nikmati jerih payahku, aku belum menyenangkan pasangan ku, aku belum bahagiakan kedua orang tuaku” Tak ada kata dispensasi bila sudah waktunya tinggal terima keputusan itu. Terbaring dalam kehampaan menyelam dalam kesunyian. Terpaku dengan keadaan. Entah apa yang aku pikirkan malam ini. Aku berpikir orang-orang sekitarku akan pergi selamanya. Atau aku yang meninggalkan mereka. Seakan itu adalah pertemuan terakhir. Pikiran itu selalu menghantui. Tiap hari bahkan tiap jam...

Kitab Al Bidayah wa An- Nihayah - (Wafatnya Adam A.S dan Wasiatnya Kepada Anaknya, Syits.)

Wafatnya Adam A.S dan wasiatnya kepada anaknya, Syits. Makna Syits adalah pemberian Allah. Dia menamakannya demikian, karena Syits dianugerahkan oleh Allah kepada Adam A.S setelah kematian Habil. Abu Dzarr berkata dalam haditsnya Rasululullah ﷺ, “ Sesungguhnya Allah menurunkan serratus empat lembaran; dan kepada Syit sebanyak 50 lembar.” (HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya) Muhammad bin Ishaq berkata: ketika Adam tiba ajalnya, dia memberikan wasiat kepada anaknya yang bernama Syits, dia mengajarkannya siang malam, dia juga mengajarkan ibadah, dia memberitahukan akan datang angin topan setelah itu, dia berkata: dikatakan: Sesungguhnya nasab Bani Adam sudah berakhir pada Syits, dan seluruh anak Adam ketika itu sudah musnah, wallahu a’lam. Sesungguhnya ketika Adam dijemput ajal, dia berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, sesungguhnya aku menginginkan buah Surga,” kemudian mereka pun berangkat untuk mencarinya, dan mereka pun bertemu dengan para malaikat yang sedang memegang kain kafan, merek...

Kitab Al Bidayah wa An- Nihayah. (Penciptaan Adam A.S)

Penciptaan Adam A.S I n gatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat, “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman, “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar-benar orang yang benar!” Mereka menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Allah berfirman, “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berf...

Kitab Al Bidayah wa An- Nihayah - (Pencipataan Jin dan Kisah Syetan).

Pencipataan Jin dan Kisah Syetan. Banyak ahli tafsir mengatakan bahwa jin di ciptakan sebelum diciptakannya Adam A.S. Sebelum mereka di bumi terdapat jin dan albin. Lalu Allah memberikan mereka kekuasaan kepada kaum jin di atas mereka. Hingga akhirnya mereka (para jin) membunuh mereka ( al binn ), mengusir mereka dari bumi, lalu mereka berdiam di sana dan tinggal di dalamnya; disebabkan apa yang telah mereka perbuat. As-Suddi menyebutkan dalam tafsirnya, dari Abu Malik, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas. Dan dari Murrah, dari Ibnu Mas’ud, dan dari beberapa sahabat Rasulullah ﷺ: Ketika Allah selesai menciptakan apa yang DIA sukai. DIA bersemayam di atas Al-Arsy, lalu dia menjadikan iblis sebagai penguasa langit dunia. Iblis berasal dari salah satu kabilah dari golongan malaikat yang disebut kabilah jin. Mereka disebut bangsa jin karena mereka adalah penjaga Surga. Iblis, meskipun mereka memiliki kekuasaan dia masih sebagai pejaga Surga, maka terdetiklah dalam hatinya, “Sesungguhnya Allah...

Kitab AL Bidayah wa An- Nihayah. - (Penciptaan Malaikat dan Sifat-Sifatnya.)

Penciptaan Malaikat dan Sifat-Sifatnya.  Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam sifat-sifat yang berbeda: terkadang dia datang dalam bentuk Dihya bin Khalifa Al Kalbi, terkadang dalam bentuk orang arab badui terkadang dalam bentuk aslinya. Dia memiliki enam ratus sayap, jarak antara setiap dua sayap seperti jarak antara timur dan barat, sebagaimana beliau melihatnya dalam bentuk seperti itu dua kali. Pertama, ketika dia turun dari langit ke bumi. Kedua, di Sidratul Muntaha di dalamnya ada surga tempat tinggal. Disebutkan juga bahwa beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim alasihi wasalam yang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma’mur. Kamai juga telah menyebutkan sisi keterkaitan dalam hal ini: bahwa Baitul Ma’mur terletak di langit ke tujuh yang sama kedudukannya seperti Ka’bah di bumi. a